HaloJombang.com – Proyek pembangunan tembok penahan jalan (TPJ) di wilayah Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang ini cukup aneh. Selain tidak mencantumkan volume pada papan proyek, lokasi pekerjaan juga tidak sesuai dengan informasi yang tertera.
Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan proyek pembangunan tembok penahan jalan ruas Betek–Seketi. Dalam papan informasi tertulis lokasi proyek berada di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.
Proyek tersebut bersumber dari APBD 2026 dengan masa pelaksanaan selama 30 hari kalender. Adapun pelaksana kegiatan tercatat dikerjakan CV Fajar Mulia dengan konsultan pengawas CV Sae Cipta Consulindo.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Berdasarkan pantauan di lokasi, proyek TPJ tersebut justru berada di wilayah Desa Murukan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.
Keberadaan gapura masuk Desa Murukan di area proyek semakin memperjelas bahwa lokasi pekerjaan berada di wilayah Kecamatan Mojoagung, bukan Kecamatan Sumobito seperti yang tertera pada papan proyek.
Selain perbedaan lokasi, proyek dengan anggaran Rp179,6 juta itu juga menjadi perhatian karena papan informasi tidak mencantumkan volume proyek. Padahal, informasi anggaran dan volume dinilai penting sebagai bentuk keterbukaan penggunaan dana publik.

Salah satu warga setempat membenarkan, proyek tersebut berada di wilayah Kecamatan Mojoagung.
“Ini bukan wilayah Sumobito, ini wilayah Kecamatan Mojoagung,” ujar warga di sekitar lokasi proyek.
Warga menyebut pekerjaan proyek itu sudah berlangsung sekitar kurang dari satu bulan terakhir. Meski proyek terus berjalan, ketidaksesuaian informasi pada papan kegiatan memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat.
Ia berharap, dinas terkait segera memberikan penjelasan mengenai perbedaan lokasi proyek serta alasan tidak dicantumkannya volume pekerjaan pada papan informasi proyek tersebut.
Hingga berita ini ditulis, HaloJombang.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait mengenai dugaan ketidaksesuaian informasi proyek tersebut. (*)
Penulis : Adi
Editor : Arief Anas













Komentar