Aneh, Proyek TPJ di Jombang Tanpa Volume, Lokasinya Tak Sesuai

Rabu, 27 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gapura masuk Desa Murukan ini mempertegas bahwa lokasi pekerjaan berada di wilayah Kecamatan Mojoagung, bukan Kecamatan Sumobito seperti yang tertera pada papan proyek.

Gapura masuk Desa Murukan ini mempertegas bahwa lokasi pekerjaan berada di wilayah Kecamatan Mojoagung, bukan Kecamatan Sumobito seperti yang tertera pada papan proyek.

HaloJombang.com – Proyek pembangunan tembok penahan jalan (TPJ) di wilayah Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang ini cukup aneh. Selain tidak mencantumkan volume pada papan proyek, lokasi pekerjaan juga tidak sesuai dengan informasi yang tertera.

Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan proyek pembangunan tembok penahan jalan ruas Betek–Seketi. Dalam papan informasi tertulis lokasi proyek berada di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

Proyek tersebut bersumber dari APBD 2026 dengan masa pelaksanaan selama 30 hari kalender. Adapun pelaksana kegiatan tercatat dikerjakan CV Fajar Mulia dengan konsultan pengawas CV Sae Cipta Consulindo.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Berdasarkan pantauan di lokasi, proyek TPJ tersebut justru berada di wilayah Desa Murukan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.

Keberadaan gapura masuk Desa Murukan di area proyek semakin memperjelas bahwa lokasi pekerjaan berada di wilayah Kecamatan Mojoagung, bukan Kecamatan Sumobito seperti yang tertera pada papan proyek.

Selain perbedaan lokasi, proyek dengan anggaran Rp179,6 juta itu juga menjadi perhatian karena papan informasi tidak mencantumkan volume proyek. Padahal, informasi anggaran dan volume dinilai penting sebagai bentuk keterbukaan penggunaan dana publik.

papan proyek aneh di murukan di mojoagung
Papan nama proyek yang tidak tertera volume pekerjaan.

Salah satu warga setempat membenarkan, proyek tersebut berada di wilayah Kecamatan Mojoagung.

“Ini bukan wilayah Sumobito, ini wilayah Kecamatan Mojoagung,” ujar warga di sekitar lokasi proyek.

Warga menyebut pekerjaan proyek itu sudah berlangsung sekitar kurang dari satu bulan terakhir. Meski proyek terus berjalan, ketidaksesuaian informasi pada papan kegiatan memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat.

Ia berharap, dinas terkait segera memberikan penjelasan mengenai perbedaan lokasi proyek serta alasan tidak dicantumkannya volume pekerjaan pada papan informasi proyek tersebut.

Hingga berita ini ditulis, HaloJombang.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait mengenai dugaan ketidaksesuaian informasi proyek tersebut. (*)

Penulis : Adi

Editor : Arief Anas

Berita Terkait

Polisi di Pengampon Jombang Ikut Panen Jagung Bersama Petani
Kasak-kusuk Dana Bumdesma Ploso Jombang, Rp65 Juta per Tahun Mengalir ke Mana?
Masjid Miftahul Jihad Jombang Sembelih 27 Hewan Kurban, Daging Dibagikan Door to Door
MBG di Morosunggingan Jombang Dikeluhkan, Ayam Disebut Masih Berdarah dan Telur Separuh Ditepungin
Kapolres Jombang Serahkan Sapi Kurban Bantuan Kapolda Jatim ke Dua Ponpes
Oknum PNS dan Ajudan Bupati Jombang Dilaporkan ke Polisi, Kasus Dugaan Pemerasan
Tabrakan dengan Truk Fuso di Mojoagung Jombang, Pemotor Meninggal
Operasi Katarak Gratis di RSUD Ploso Jombang, 80 Pasien Kembali Bisa Melihat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:52

Polisi di Pengampon Jombang Ikut Panen Jagung Bersama Petani

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:17

Kasak-kusuk Dana Bumdesma Ploso Jombang, Rp65 Juta per Tahun Mengalir ke Mana?

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:07

Aneh, Proyek TPJ di Jombang Tanpa Volume, Lokasinya Tak Sesuai

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:43

Masjid Miftahul Jihad Jombang Sembelih 27 Hewan Kurban, Daging Dibagikan Door to Door

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:13

MBG di Morosunggingan Jombang Dikeluhkan, Ayam Disebut Masih Berdarah dan Telur Separuh Ditepungin

Berita Terbaru