Jelang Lebaran, Ratusan Pekerja PT SGS Jombang Kena PHK, SPBI: Ini Sudah Gelombang Kedua

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana sekretariat SPBI Jombang membahas PHK terhadap pekerja PT SGS di Diwek, Jombang. (Foto: Ist)

Suasana sekretariat SPBI Jombang membahas PHK terhadap pekerja PT SGS di Diwek, Jombang. (Foto: Ist)

HaloJombang.com – Menjelang Lebaran biasanya orang mulai sibuk memikirkan tiga hal, baju baru, jajanan lebaran dan isi amplop buat keponakan. Tapi bagi sebagian pekerja di PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) yang berlokasi di Jalan Raya Desa Diwek, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, yang datang lebih dulu justru kabar kurang menyenangkan. Yaitu pemutusan hubungan kerja (PHK).

Gelombang PHK di perusahaan tersebut mulai jadi perbincangan setelah ratusan pekerja dikabarkan kehilangan pekerjaan menjelang Idul Fitri tahun 2026. Situasi ini tentu bikin banyak orang khawatir, selain bagi pekerja yang terdampak, tapi juga bagi ekonomi warga sekitar.

Sekretaris Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) wilayah Jombang, Heri menyebut, PHK yang terjadi saat ini bukan kejadian pertama. Ini sudah masuk gelombang kedua.

“Pada periode Februari sampai Maret 2026 ini sekitar 200 pekerja yang terkena PHK. Sebelumnya sekitar 150 pekerja juga sudah diberhentikan sejak tahun 2025,” kata Heri.

Kalau dihitung-hitung, jumlah itu bukan angka kecil. Dan kabar yang lebih bikin deg-degan: potensi PHK lanjutan masih terbuka.

Menurut Heri, dari total sekitar 3.000 pekerja di perusahaan tersebut, jumlah yang berpotensi terdampak PHK bisa lebih dari 500 orang jika situasinya terus berlanjut.

Yang bikin situasi makin terasa berat, sebagian besar pekerja yang terkena PHK merupakan warga Jombang sendiri. Artinya, dampaknya bukan cuma pada individu, tapi bisa menjalar ke ekonomi keluarga dan lingkungan sekitar.

“Kalau PHK terus berlanjut, dampaknya tentu akan langsung dirasakan oleh perekonomian masyarakat,” ujarnya.

SPBI juga menyoroti dugaan adanya perubahan status kerja di perusahaan itu. Dari yang semula karyawan tetap, menjadi pekerja kontrak atau bahkan outsourcing. Hal ini memicu kecurigaan karena aktivitas perusahaan disebut masih berjalan normal.

“Kalau memang perusahaan sedang bermasalah tentu bisa dipahami. Tapi kalau kondisinya baik-baik saja lalu pekerja tetap di-PHK dan diganti sistem kontrak atau outsourcing, ini yang perlu ditelusuri,” tegas Heri.

Dari kondisi ini, SPBI meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang tidak hanya menjadi penonton. Mereka mendesak Bupati Jombang dan DPRD untuk segera turun tangan melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan.

Dalam waktu dekat, SPBI juga berencana mengajukan audiensi dengan pemerintah daerah untuk meminta kejelasan terkait kebijakan perusahaan sekaligus memastikan perlindungan bagi para pekerja.

Sebab kalau tidak segera ditangani, persoalan ini dikhawatirkan bukan hanya jadi masalah buruh semata, tapi bisa berubah menjadi masalah sosial dan ekonomi yang lebih luas di Jombang. (*)

Editor : Arief Anas

Berita Terkait

Xenia Bertabrakan dengan Truk Lalu Hantam Vixion di Kayen Jombang
Polisi Bantu Petani di Ngampungan Jombang Jemur Jagung Hasil Panen
Maling Gasak Dua Motor Penghuni Kos di Balongbesuk Jombang, Aksinya Terekam CCTV
Diduga Belok Mendadak, Tiga Orang Terluka dalam Kecelakaan di Rejoagung Jombang
Dua Motor Honda Revo Serempetan di Jalan Raya Jombatan Jombang
Gudang Serbuk Kayu di Rejoslamet Jombang Terbakar Hebat, Kerugian Ditaksir Rp350 Juta
Sungai Bau Limbah Tahu, Komisi C DPRD Jombang: Masalah Klasik yang Tak Pernah Tuntas
Kandang di Alang-alang Caruban Jombang Ludes Terbakar, Sejumlah Hewan Ternak Terpanggang
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:07

Xenia Bertabrakan dengan Truk Lalu Hantam Vixion di Kayen Jombang

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:52

Polisi Bantu Petani di Ngampungan Jombang Jemur Jagung Hasil Panen

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:51

Maling Gasak Dua Motor Penghuni Kos di Balongbesuk Jombang, Aksinya Terekam CCTV

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:23

Diduga Belok Mendadak, Tiga Orang Terluka dalam Kecelakaan di Rejoagung Jombang

Senin, 1 Juni 2026 - 16:46

Dua Motor Honda Revo Serempetan di Jalan Raya Jombatan Jombang

Berita Terbaru