HaloJombang.com – Jelang Lebaran Idul Fitri, saat orang-orang masih sibuk beli baju baru, berburu kue kering, dan menyusun rencana mudik, Dusun Kupang, Desa Tebel, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, justru digegerkan kabar yang jauh dari nuansa hari raya.
Kamis (19/3/2024) pagi, warga dikejutkan dengan penemuan jasad pria bersimbah darah di area timbangan tebu di desa setempat.
Kisah ini bermula dari ibu-ibu yang hendak belanja ke pasar pada pagi hari. Namun yang ditemukan justru sosok pria tergeletak di tanah. Karena situasinya jelas bukan sesuatu yang bisa didekati sambil santai, mereka memilih menjaga jarak dan segera melapor.
Kepala Desa Tebel, Khoiman menyebut, jasad ditemukan di area penampungan tebu, sekitar 100 meter dari permukiman warga. Lokasinya memang di pinggir jalan, tapi cukup sepi.
Saat dicek, pria tersebut sudah dalam kondisi meninggal dunia. Yang bikin suasana makin mencekam, terdapat sejumlah luka di tubuhnya, terutama di bagian kepala.
“Janggutnya sobek, bagian belakang kepala juga masih mengeluarkan darah,” ujar Khoiman. Singkatnya, ini bukan kejadian yang bisa dianggap sepele.
Tak jauh dari lokasi, ditemukan pula sepeda motor Honda Blade bernopol S-3940-OAP yang diduga milik korban. Kondisinya masih utuh, seolah tak ikut dalam kejadian tragis yang menimpa pemiliknya. Awalnya, warga tak mengenali identitas korban. Yang jelas, bukan warga setempat.
Polisi kemudian datang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Identitas korban akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Hany Prasetya Kriscahyo (37), warga Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Ia diketahui sehari-hari kerap memancing di sekitar lokasi.
Ada satu detail yang bikin kasus ini makin bikin dahi berkerut. Sebelum jasad ditemukan, seorang saksi melihat truk trailer masuk ke area timbangan tebu sekitar pukul 05.20 WIB. Truk itu sempat berhenti sejenak, lalu keluar lagi. Tak lama setelah itu, korban ditemukan sudah tak bernyawa.
Dari hasil olah TKP, polisi menduga korban merupakan korban kecelakaan lalu lintas yang kemudian dipindahkan ke lokasi tersebut. Kalau dugaan ini benar, maka ceritanya bukan cuma soal kecelakaan, tapi juga tentang upaya “menghilangkan jejak” di momen ketika banyak orang justru berharap perjalanan mudik berjalan lancar.
Dugaan sementara, korban ini terindikasi korban laka lantas yang kemudian dibuang ke pekarangan kosong di lokasi timbangan tebu,” ujar Kapolsek Bareng, AKP Mustoib
Sejumlah barang bukti diamankan, mulai dari sepeda motor, kunci, tas, sandal, hingga bungkus rokok. Detail-detail kecil itulah yang mungkin bisa membantu merangkai potongan cerita yang masih tercecer.
Hingga kini, Polsek Bareng bersama Satreskrim Polres Jombang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. (*)
Editor : Arief Anas













Komentar