HaloJombang.com – Kebakaran sering datang tanpa aba-aba. Tahu-tahu, apinya sudah membesar. Pada Jumat malam (17/4/2026), sekitar pukul 23.30 WIB, sebuah rumah di Jalan Adityawarman, Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang, berubah dari tempat istirahat jadi lokasi kepanikan.
Rumah milik Tomi Yulianto di Jalan Adityawarman mendadak dipenuhi asap tebal, saat sebagian penghuninya kemungkinan besar sedang terlelap. Yang pertama melihat api melalap rumah itu, justru tetangga depan rumah.
Informasi yang dihimpun, tetangganya itu melihat asap mengepul dari rumah yang dalam kondisi tertutup rapat. Tidak ada teriakan. Tidak ada tanda-tanda aktivitas dari dalam rumah. Hanya asap yang perlahan menebal.
Warga pun bergerak cepat dan melaporkan kejadian itu. Tak lama berselang, petugas pemadam kebakaran datang dengan tiga unit mobil, dibantu aparat kepolisian.
Menurut Supervisor BPBD Jombang, Stevy Maria, proses evakuasi dan pemadaman sempat mengalami kendala karena kondisi rumah yang relatif sempit, dilengkapi pintu harmonika di bagian depan serta pagar di lantai dua. Petugas pun terpaksa harus menjebol sejumlah bagian bangunan untuk bisa masuk dan menjangkau seluruh ruangan.
Akhirnya, satu per satu penghuni berhasil dikeluarkan: Di antaranya Meliana D(35), Samuel (14), Cheverly (11), Javier (18), serta dua asisten rumah tangga, Sri Indah (33) dan Maya (23).
Enam orang dilaporkan selamat. Namun, satu orang tidak. Maya, salah satu asisten rumah tangga, dinyatakan meninggal dunia. Dugaan sementara, ia kehabisan napas akibat menghirup asap tebal sebelum sempat menyelamatkan diri.
“Kejadian terjadi Jumat malam. Api berhasil kami padamkan pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Dari tujuh penghuni, lima selamat, satu pingsan dan sudah dibawa ke rumah sakit, serta satu korban meninggal dunia,” ujar Stevy Maria, ujar Supervisor BPBD Jombang
Kapolsek Jombang, AKP Edy Widoyono mengatakan, dugaan awal kebakaran berasal dari korsleting listrik pada perangkat AC di ruang tengah.
“Masih kami dalami, tapi dugaan sementara dari korsleting AC,” ujarnya.
Sedangkan kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta. Sejumlah bagian rumah dilaporkan hangus terbakar. (*)






