Jalan Sumobito-Mojoagung Jombang Jadi Jalur Gelap-Gelapan, 44 Tiang PJU Cuma 4 Nyala

PJU padam jalan sumobito mojoagung gekap
Kondisi jalan Sumobito-Mojoagung, Jombang, gelap karena PJU padam.

HaloJombang.com – Padamnya penerangan jalan umum (PJU) di ruas Sumobito–Mojoagung, mulai dari Dusun Penampan, Desa Kedungpapar, Kecamatan Sumobito sampai Dusun Betek Utara, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang atau trafik light Ringroad Mojoagung, menuai keluhan warga.

Kondisi jalan yang gelap pada malam hari dinilai membahayakan pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat. Kondisi ini juga dikhawatirkan meningkatkan potensi tindak kriminal di kawasan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, dari total 44 tiang PJU yang terpasang di sepanjang jalur tersebut, hanya sekitar 4 lampu yang masih menyala. Sisanya dalam kondisi padam, sehingga membuat sebagian besar ruas jalan minim penerangan. Situasi ini menyebabkan jarak pandang pengendara menjadi terbatas. Apalagi saat cuaca buruk atau hujan, bisa meningkatkan risiko kecelakaan.

Salah satu warga berharap perbaikan PJU di jalur Sumobito–Mojoagung itu segera direalisasikan, mengingat pentingnya penerangan jalan untuk keselamatan dan kenyamanan bersama.

Ia juga meminta adanya peningkatan pengawasan serta perawatan rutin agar kejadian serupa tidak terus berulang di kemudian hari.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jombang, Sugianto, memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan warga. Ia menyebutkan, tim teknis dijadwalkan turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan perbaikan.

“Besok langsung teman-teman ke sana. Kalau padam semua biasanya karena jaringan putus,” ujarnya.

Sugianto menjelaskan, gangguan jaringan PJU bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti cuaca ekstrem, hujan deras, maupun kabel instalasi yang sudah aus. Hal ini kerap menjadi penyebab utama padamnya lampu secara serentak di satu jalur. Karenanya, lanjut Sugianto, pengecekan menyeluruh diperlukan untuk memastikan sumber masalah sebelum dilakukan perbaikan.

Ditanya soal patroli rutin, Sugianto menegaskan Dishub tetap melakukan pengawasan. Namun, keterbatasan sumber daya menjadi kendala utama dalam percepatan penanganan.

“Saat ini, Dishub Jombang hanya memiliki empat regu yang harus menangani seluruh wilayah kabupaten Jombang, sehingga perbaikan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan urutan laporan yang masuk,” jawabnya saat ditanya lewat aplikasi WhatsApp.

Selain itu, ia juga mengungkapkan adanya kebijakan efisiensi anggaran, termasuk pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM), turut memengaruhi mobilitas tim di lapangan.

“Karena kebijakan itu, penanganan PJU lebih difokuskan pada laporan atau aduan masyarakat yang masuk melalui saluran resmi yang telah disediakan,” lanjutnya. (*)

Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *