Segar dan Mengenyangkan, Es Jenang Campur Dawet Mancilan Kini Punya 7 Cabang di Jombang

Es Jenang Campur Dawet di Mancilan Mojoagung Jombang 1
Nikmatul Hikmah, saat di lapak Es Jenang Campur Dawet yang berada di Jalan Sayyind Sulaiman, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang

HaloJombang.com – Di saat minuman kekinian berlomba-lomba jualan nama aneh dan topping berlapis-lapis, ada satu lapak sederhana di Mojoagung Jombang yang justru menang karena rasa. Namanya Es Jenang Campur Dawet. Yang jual, Nikmatul Hikmah, biasa disapa Mbak Nikma.

Lapaknya berada di Jalan Sayyid Sulaiman, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Nggak perlu papan besar atau branding macam-macam. Cukup banner kecil di pinggir jalan, gelas plastik, es serut, dan antrean yang pelan-pelan bikin orang penasaran.

Apalagi kalau matahari lagi terik-teriknya. Di jam-jam seperti itu, dagangan Mbak Nikma bukan cuma laris, tapi nyaris diserbu. Orang datang bukan sekedar cari segar, tapi juga kenyang dengan harga yang masih masuk akal, yakni Rp5.000 per cup atau per gelas.

Mbak Nikma, perempuan 26 tahun asal Dusun Babut, Desa Pelemahan, Kecamatan Sumobito, Jombang itu, sudah menekuni usaha ini sejak 12 tahun lalu. Artinya, ia mulai dari usia yang bahkan belum terlalu mikir soal bisnis. Tapi dari situlah semuanya dirintis, pelan, konsisten, dan tanpa banyak gaya.

“Kuncinya ya tekun, jaga rasa, sama jangan gampang nyerah,” katanya, Minggu (19/4/2026).

Dan memang, yang dijual bukan sekedar minuman dingin. Dalam satu gelas, ada kombinasi antara bubur putih yang lembut, seruntul yang kenyal, ketan yang manis legit, lalu ditutup dengan dawet dan mutiara yang bikin segarnya terasa sampai akhir. Bukan cuma segar, tapi juga bikin kenyang.

Mungkin itu juga yang bikin dagangannya bisa tembus lebih dari 100 gelas per hari. Kalau dikalkulasi secara kasar, omzetnya bisa menyentuh sekitar Rp500 ribu sehari.

Dan yang menarik, Mbak Nikma nggak berhenti di satu titik. Dari satu lapak, sekarang Es Jenang Campur Dawet ini sudah punya tujuh cabang yang tersebar di Kabupaten Jombang. Di antaranya, Cukir, Jogoroto, Ngoro, hingga Sumobito. Sebuah perkembangan yang pelan tapi pasti.

Jam bukanya, mulai pukul 07.30 WIB sampai habis. “Terkadang jam 11.00 WIB sudah habis. Paling lama ya jam 14.00 WIB,” ujarnya.

Dari kisah Mbak Nikma dan Es Jenang Campur Dawet ini sebenarnya sederhana. Nggak ada strategi marketing yang ribet. Nggak ada gimmick aneh. Cuma satu hal yang dijaga terus, yaitu rasa. Dan dari situ, pelan-pelan tumbuh jadi usaha yang bukan cuma menghidupi dirinya, tapi juga membuka jalan yang lebih luas.

Di tengah gempuran minuman modern, ternyata yang tradisional nggak benar-benar kalah. Asal tetap dirawat, dan dijual dengan cara yang jujur. (*)

Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *