HaloJombang.com – Kondisi jalanan itu kadang bukan cuma soal macet atau lubang, tapi juga jebakan tak terlihat. Seperti terpantau di ruas jalan Denanyar, Kabupaten Jombang. Jawa Timur.
Pada Senin (23/3/2026), jalanan itu mendadak berubah jadi “arena licin” setelah tumpahan oli menyebar di badan jalan.
Ceritanya bermula dari sebuah kecelakaan tunggal. Sebuah kendaraan dilaporkan terbalik atau terguling, oli mesin dari kendaraan itu bocor dan menyebar ke badan jalan. Bukan cuma satu titik, tapi cukup luas untuk membuat siapa pun yang melintas harus ekstra waspada, terutama pengendara sepeda motor yang nasibnya sering bergantung pada keseimbangan.
Dalam kondisi licin seperti ini, jalan bukan lagi sekedar tempat lewat, tapi berubah jadi ujian refleks. Sedikit lengah, ban bisa kehilangan cengkeraman dan bisa berujung jatuh. Untungnya, potensi bahaya ini cepat terdeteksi.
Petugas lalu lintas yang berada di lokasi langsung bergerak. Tanpa banyak drama, laporan dikirim ke Pos Damkar Jombang. Responsnya juga tidak kalah sigap.
Tim dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jombang meluncur ke lokasi membawa satu unit mobil pemadam lengkap dengan peralatan pendukung. Kali ini, mereka tidak melawan api, tapi melawan oli yang bikin jalanan licin.
Setibanya di lokasi, proses pembersihan jalan pun dimulai. Air disemprotkan ke permukaan aspal yang terkontaminasi oli hingga dianggap tidak lagi membahayakan pengendara.
Petugas BPBD bekerja bersama aparat lalu lintas, dibantu warga sekitar yang ikut menjaga situasi tetap aman. Kolaborasi ini membuat proses pembersihan berjalan relatif cepat dan terkendali.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas memastikan, pihaknya langsung bergerak begitu laporan diterima.
“Begitu mendapat laporan, tim langsung kami kerahkan ke lokasi untuk membersihkan tumpahan oli. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi kecelakaan lanjutan akibat jalan licin,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepekaan masyarakat terhadap kondisi sekitar. Menurutnya, laporan cepat dari warga atau pengguna jalan bisa jadi pembeda antara kejadian yang terkendali dan kecelakaan beruntun.
“Peran masyarakat sangat penting. Jika ada kejadian serupa, segera laporkan agar bisa segera ditangani,” tambahnya.
Setelah melalui proses penyiraman dan pembersihan, kondisi jalan Denanyar akhirnya kembali normal. Tidak ada lagi lapisan licin yang mengintai, dan arus lalu lintas pun berangsur lancar seperti biasa. Pengendara bisa kembali melaju tanpa rasa was-was berlebihan. (*)






