HaloJombang.com – Mudik dan Balik, sebuah tradisi pada momen lebaran Idul Fitri. Masalahnya, ongkos mudik dan balik itu juga jadi hal vital. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang lewat Dinas Perhubungan (Dishub) mencoba jadi “pahlawan transportasi” dengan adanya Program Mudik dan Balik Gratis 2026.
Tahun 2026 ini, program tersebut dibiayai dari APBD Jombang dengan nilai yang tidak main-main, yakni senilai Rp357.583.900.
Program ini memang menyasar warga Jombang yang merantau di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Mereka yang biasanya harus menimbang antara rindu kampung halaman atau isi dompet, kini bisa sedikit bernapas lega. Total ada enam armada bus yang disiapkan Dishub Jombang, dengan kapasitas sekitar 300 penumpang untuk rute Jakarta–Jombang dan sebaliknya.
Cerita mudik gratis ini sebenarnya sudah dimulai sejak jauh hari. Koordinasi antara Dishub Jombang, Kementerian Perhubungan, dan Dishub DKI Jakarta dilakukan sejak 9 Februari 2026. Mulai dari urusan jadwal, titik jemput di Terminal Pulogebang, hingga jumlah kursi. Semuanya dibahas biar tidak ada drama kehabisan tempat di menit terakhir.
Pendaftaran dibuka secara daring pada 18 Februari 2026. Dan seperti kebanyakan program gratisan, antusiasme warga langsung tinggi. Siapa sih yang menolak pulang kampung tanpa harus mikir ongkos?
Sebelum berangkat, armada bus tidak langsung tancap gas. Ada proses ramp check, semacam “cek kesehatan” untuk kendaraan dan kru. Mulai dari kondisi fisik bus, kelengkapan administrasi, sampai kesehatan sopir, semua diperiksa. Tujuannya, jangan sampai perjalanan mudik dan balik berubah jadi cerita horor di jalan.
Program mudik diberangkatkan pada 15–16 Maret 2026 dari Terminal Pulogebang menuju Jombang. Sementara arus baliknya digelar Kamis (26/3/2026) dengan jumlah armada dan kapasitas yang sama. Totalnya, sekitar 300 penumpang terlayani dalam program ini.
Kepala Dishub Jombang, Sugianto, menyebut program ini sebagai bentuk pelayanan pemerintah untuk warganya yang merantau di Jabodetabek.
“Kami ingin masyarakat bisa pulang kampung dengan aman, nyaman, dan selamat. Armada juga sudah melalui ramp check,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Jombang KH Salmanudin Yazid alias Gus Salman, menyampaikan apresiasi kepada para perantau. Menurutnya, mereka tetap membawa nama baik Jombang meski bekerja di luar daerah.
Gus Salman juga mengakui antusiasme masyarakat cukup tinggi. Artinya, program ini bukan sekedar formalitas tahunan, tapi memang dibutuhkan. Bahkan ada rencana ke depan untuk menambah armada, supaya lebih banyak warga yang bisa ikut “nebeng pulang” dengan subsidi pemerintah. (*)






