HaloJombang.com – Dugaan penjualan sapi milik Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang belakangan menjadi rasan-rasan warga setempat.
Isu tersebut mencuat setelah beredar kabar bahwa satu ekor sapi di kandang Dusun Mancilan diduga dijual tanpa diketahui seluruh pengurus Bumdes.
Ramainya pembicaraan itu memunculkan pertanyaan terkait transparansi pengelolaan aset Bumdes, terlebih menjelang Hari Raya Idul Adha saat harga sapi sedang tinggi.
Salah seorang sumber yang enggan disebut namanya menilai setiap transaksi penjualan ternak seharusnya disampaikan secara terbuka kepada seluruh pengurus Bumdes.
“Kalau sapi terjual, hasil penjualan harusnya diinformasikan ke semua pengurus. Nominalnya berapa dan uangnya digunakan untuk apa harus jelas,” ujarnya.
Menanggapi isu tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Mancilan memastikan penjualan sapi dilakukan sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha Bumdes, bukan keputusan sepihak seperti yang ramai dibicarakan.
Selain memanfaatkan momentum harga sapi yang sedang naik menjelang musim kurban, hasil penjualan itu nantinya juga akan diputar kembali untuk membeli bibit sapi baru agar usaha peternakan Bumdes terus berjalan.
Pihak desa menyebut langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada warga yang selama ini ikut merawat ternak milik Bumdes.
“Ini kan mendekati momen Idul Adha harga sapi sedang bagus, maka dijual. Selain itu, warga yang merawat ternak juga tentu ingin melihat hasilnya. Nanti uangnya digunakan lagi untuk membeli bibit sapi baru,” kata Kepala Desa (Kades) Mancilan, Atim Riduwan, ketika dikonfirmasi.
Kades Atim juga menegaskan seluruh pengelolaan ternak Bumdes dilakukan oleh pengurus dan tercatat dalam administrasi yang jelas.
“Segala urusan terkait sapi, baik penjualan maupun pengembangbiakan, merupakan kewenangan pengurus Bumdes. Semua pembukuan juga tercatat dan diketahui pengurus,” tegasnya.
Pemdes Mancilan juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.
Warga diminta melakukan konfirmasi langsung kepada pengurus Bumdes apabila ada hal yang dianggap perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Sekedar untuk diketahui, Saat ini, Bumdes Mancilan diketuai Alex, didampingi bendahara Catur Dinaayu Husadani serta 10 anggota lain yang ikut mengawasi jalannya usaha desa. (*)
Penulis : Hema
Editor : Arief Anas













Komentar