HaloJombang.com – Kondisi sungai Dam Mancar di Dusun Mancar Timur, Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, dikeluhkan warga. Bau menyengat dari aliran sungai disebut sudah berlangsung bertahun-tahun dan mulai mengganggu kesehatan warga sekitar.
Warga menduga kondisi sungai itu tercemar limbah berasal dari sejumlah pabrik tahu di wilayah Dusun Bapang, Kecamatan Jogoroto, Jombang. Aliran sungai yang dulu dikenal jernih kini berubah keruh dan menimbulkan aroma tidak sedap, terutama saat musim kemarau maupun awal musim hujan.
IS (50), warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai mengatakan, bau dari sungai kerapkali terasa sangat menyengat hingga membuat warga tidak nyaman berada di dalam rumah.
“Baunya sangat menusuk hidung sampai bikin pusing. Kalau bau sudah muncul, pintu dan jendela rumah terpaksa saya tutup semua,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut sudah terjadi lebih dari lima tahun. Padahal dahulu sungai tersebut Mancar dikenal bersih dan sering dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas, termasuk pernah jadi arena perlombaan renang. Kini, kondisi sungai justru berubah menjadi tempat aliran limbah yang mengganggu kehidupan warga sekitar.
Keluhan serupa disampaikan LI (47), warga Mancar Timur lainnya. Ia mengaku warga sudah berulang kali menyampaikan protes kepada perangkat desa maupun pihak terkait, namun belum ada langkah nyata yang dirasakan masyarakat.
LI menyebutkan, sempat beredar kabar desas-desus di tengah masyarakat mengenai adanya pihak tertentu yang disebut memberi perlindungan atau mem-backing keberadaan pabrik tahu tersebut, sehingga setiap keluhan warga selalu berujung buntu.
“Dari Dinas Pengairan memang ada yang datang setiap bulan untuk foto-foto dan bersih-bersih, polisi juga pernah datang memfoto. Tapi ya sebatas foto-foto saja, tidak ada solusi atau tindakan tegas sampai detik ini,” keluh LI.
Selain menyebabkan pencemaran lingkungan, warga juga mulai mengkhawatirkan dampak kesehatan akibat aroma limbah yang terus terhirup setiap hari.
Beberapa warga di sekitar sungai, disebut mengalami gangguan pernapasan. Seperti batuk, pusing hingga sesak napas. Kondisi itu disebut paling terasa saat cuaca panas dan debit air sungai mulai menyusut.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang bersama dinas terkait segera turun tangan untuk mencari solusi nyata terhadap pencemaran sungai di Mancar Timur tersebut.
Warga meminta adanya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) maupun tempat penampungan khusus agar limbah industri tahu tidak lagi dibuang langsung ke aliran sungai.
Warga juga berharap sungai tersebut bisa kembali pulih dan tidak terus menjadi sumber pencemaran yang mengganggu kesehatan serta kenyamanan lingkungan sekitar. (*)
Penulis : Adi
Editor : Arief Anas













Komentar