Dana CSR di Tempuran Sukorejo Jombang Disoal, Warga Sebut Rp20 Juta Tak Jelas

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dusun Tempuran, Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

Dusun Tempuran, Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

HaloJombang.com – Warga Dusun Tempuran, Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, mulai kasak-kusuk terkait Dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Charoen Pokphand Jaya Farm (CPJF) Unit 3 sebesar Rp30 juta.

Dana CSR tersebut, semestinya menjadi penopang pembangunan lingkungan dusun Tempuran-Bangle, namun diduga menyusut drastis sebelum benar-benar dirasakan masyarakat.

Sudah hampir empat bulan berlalu, namun realisasi pembangunan tak kunjung tampak. Di masa itu, warga justru dikejutkan dengan kabar jika dana yang diterima dusun disebut-sebut hanya sekitar Rp9,5 juta. Sementara sisanya, sekitar Rp20,5 juta, hingga kini belum memiliki kejelasan.

Kondisi itu memunculkan kecurigaan di tengah masyarakat. Warga menilai pengelolaan dana CSR dilakukan secara tertutup dan tidak transparan. Berbagai alasan disebut-sebut menjadi dalih pemotongan anggaran, mulai dari biaya operasional desa, pajak, hingga kebutuhan lain yang tidak pernah dijelaskan secara rinci kepada warga.

“Itu uang untuk masyarakat, tapi warga malah tidak tahu dipakai untuk apa saja. Yang diterima cuma sedikit, pembangunan juga belum jelas,” ujar salah satu warga yang meminta namanya dirahasiakan.

Menurut sumber di lingkungan Pemdes Sukorejo, dana sekitar Rp20 juta dikabarkan sudah berada di tangan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) untuk keperluan pelaksanaan pembangunan. Namun hingga kini, keberadaan dan rincian penggunaan dana tersebut belum pernah dipublikasikan secara terbuka.

Sementara Handoyo, Ketua RW sekaligus TPK saat dikonfirmasi, memilih irit bicara. Ia menolak memberikan penjelasan melalui pesan singkat dan hanya bersedia memberikan keterangan secara langsung.

“Kalau ketemuan saya siap, kalau lewat WA atau telepon saya nggak anu,” katanya singkat.

Ketika dijadwalkan pertemuan, ia malah mengaku sedang berada di luar kota karena urusan pekerjaan dan kegiatan desa.

Tak hanya itu, ia juga meminta agar media menanyakan persoalan tersebut kepada pihak pemerintah desa (Pemdes), termasuk Sekretaris Desa dan Penjabat (Pj) Kepala Desa Sukorejo ketika itu. (*)

Editor : Arief Anas

Berita Terkait

Sistem Trouble, Layanan KTP di Dispendukcapil Jombang Terganggu, Warga Pulang Tanpa Hasil
Sekdes Ungkap Alur Dana CSR di Sukorejo Jombang, Rp20 Juta Diklaim Sudah Dikembalikan
Menang Telak di Pemilihan KDAW Sukorejo Jombang, Kaswar Terpilih Jadi Kades
Perebutan Kursi KDAW Cukir Jombang Mulai Menghangat, Panitia Siapkan Seleksi Tambahan
KDAW Pengampon Jombang, Totok Hariyono Terpilih Jadi Kepala Desa
Proses KDAW Sukorejo Jombang Memanas, Camat Perak Diduga Intervensi Ngotot Diulang
Orang Dekat vs Orang Tepat, GMNI Jombang Warning Pemkab soal Rekrutmen Koperasi Merah Putih
Nilai CAT Tertinggi Tersingkir, Pengisian 2 Perangkat Desa Segodorejo Jombang Disorot

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:55

Sistem Trouble, Layanan KTP di Dispendukcapil Jombang Terganggu, Warga Pulang Tanpa Hasil

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:04

Sekdes Ungkap Alur Dana CSR di Sukorejo Jombang, Rp20 Juta Diklaim Sudah Dikembalikan

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:56

Dana CSR di Tempuran Sukorejo Jombang Disoal, Warga Sebut Rp20 Juta Tak Jelas

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:50

Menang Telak di Pemilihan KDAW Sukorejo Jombang, Kaswar Terpilih Jadi Kades

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:58

Perebutan Kursi KDAW Cukir Jombang Mulai Menghangat, Panitia Siapkan Seleksi Tambahan

Berita Terbaru