Rel Bekas di Stasiun Curahmalang Jombang Dicuri, Oknum Pegawai KAI Diduga Terlibat

Petugas saat mengamankan dua tersangka kasus pencurian rel bekas yang digunakan pagar Stasiun Curahmalang, Jombang.

HaloJombang.com – Kasus pencurian 25 batang besi rel kereta api (KA) bekas yang digunakan pagar di Stasiun Curahmalang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, yang sebelumnya terlihat seperti aksi dua orang nekat, ternyata punya cerita lebih panjang.

Di baliknya, ada sosok yang diduga bukan sekedar tahu, tapi justru mengatur. Namanya berinisial CIK (49), seorang oknum pegawai PT KAI yang berdomisili di Gubeng, Surabaya.

Fakta ini terungkap setelah polisi memeriksa dua pelaku berinisial MS (50) warga Kecamatan Peterongan, dan IS (44) warga Kecamatan Kabuh, Jombang, yang lebih dulu ditangkap. Dari pengakuan mereka, aksi pencurian itu bukan inisiatif sendiri. Ada “bos” yang menyuruh.

Kapolsek Sumobito, AKP Bagus Tejo Purnomo menjelaskan, CIK diduga memerintahkan keduanya untuk mengambil rel jenis R25 bekas yang digunakan pagar di emplasemen Stasiun Curahmalang.

“Dalam pemeriksaan, keduanya mengaku disuruh oleh CIK untuk mengambil besi tersebut,” jelasnya, Rabu (15/4/2026).

Modusnya cenderung nekat tapi terstruktur. Pada 8 April 2026, CIK menyuruh MS untuk mengambil rel tersebut. Besi itu kemudian dijual, dan hasilnya dibagi.

Dari hasil penjualan, CIK kebagian Rp1 juta, MS dapat Rp400 ribu, IS mengantongi Rp800 ribu.

Ironisnya, aksi nekat tersebut tidak berhenti di satu kali. Pada 13 April 2026, CIK kembali menyuruh MS dan IS untuk mengulang “operasi” serupa di lokasi yang sama. Hanya saja kali ini, ceritanya berhenti lebih cepat.

Sebelum rel sempat dijual lagi, polisi lebih dulu datang. MS dan IS ditangkap. Dari situ, benang kusut mulai terurai, dan nama CIK ikut terseret.

Tidak berhenti di situ, polisi juga mengamankan seorang penadah berinisial IR (51), warga Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, yang diduga menjadi tempat berlabuhnya barang curian tersebut.

Kasus ini kini tengah dalam proses hukum dan pihak kepolisian sedang mendalami keterlibatan oknum lainnya di dalam jaringan pencurian tersebut.

Di sisi lain, pihak PT KAI juga diminta untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai dugaan keterlibatan pegawainya dalam tindak pidana ini. (*)

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *