HaloJombang.com – Rabu pagi (15/4/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, Via NA (23), warga Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, berangkat kerja seperti biasa. Tidak ada firasat aneh. Tidak ada tanda-tanda bahwa perjalanan itu akan jadi yang terakhir baginya.
Tapi di Jalan Raya Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, semuanya berubah dalam hitungan detik.
Via mengendarai motor Yamaha Mio Soul nopol S-5280-Y, melaju dari arah selatan ke utara, dari Pacet menuju Mojosari, Mojokerto.
Di jalan yang sama, ada motor lain, Honda Scoopy merah nopol S-5320-NBB yang dikendarai Ginten, warga Kutorejo yang diketahui membonceng rekannya. Kedua motor itu melaju searah. Sampai akhirnya, mereka bersenggolan.
Menurut Safii, seorang saksi, dua motor itu bersenggolan hingga salah satunya kehilangan keseimbangan.
Via kehilangan kendali. Tubuhnya terpental ke jalur berlawanan, tepat saat sebuah truk kontainer melaju dari arah berlawanan. Truk bernopol B-9589-UEL itu dikemudikan Muhammad Yadi.
“Dua motor dari arah selatan bersenggolan, sampai salah satunya terpental ke arah truk kontainer,” ujarnya.
Sopir truk sempat mengerem. Tapi dalam situasi seperti itu, waktu seringkali tidak cukup untuk menyelamatkan siapa pun. Insiden tragis itu pun tak terhindarkan.
Via meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah yang dialaminya. Sementara Ginten mengalami luka berat di bagian kepala dan harus menjalani perawatan intensif.
Insiden kecelakaan ini, kemudian ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto. Polisi telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
