HaloJombang.com – Lebaran memang selalu punya dua wajah. Di satu sisi ada ketupat, opor, dan THR. Di sisi lain ada koper penuh baju, jalanan macet, dan pemudik yang mendadak jadi ahli navigasi dadakan. Untuk mengantisipasi segala kemungkinan itu, Polres Jombang mulai ancang-ancang lebih awal.
Kamis (12/3/2026) pagi, halaman Mapolres Jombang mendadak lebih ramai dari biasanya. Bukan karena bagi-bagi takjil, melainkan karena digelarnya Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Operasi Ketupat Semeru 2026”.
Apel ini dipimpin langsung Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, didampingi Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid yang lebih akrab dipanggil Gus Salman, serta Dandim 0814 Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo.
Barisan peserta apel pun tidak main-main. Selain personel kepolisian, terlihat juga unsur TNI, Sat Radar 405 Kabuh, Subdenpom, Dishub, Satpol PP, hingga berbagai organisasi masyarakat. Intinya, kalau Lebaran nanti terjadi apa-apa di jalan, yang berjaga bukan cuma polisi sendirian.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres, apel gelar pasukan ini menjadi semacam tanda bahwa semua pihak sudah siap menghadapi musim tahunan yang selalu bikin jalanan Indonesia berubah jadi lautan kendaraan, yaitu arus mudik Lebaran.
Menurut survei Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat selama libur Lebaran 2026 diperkirakan mencapai lebih dari 143 juta orang. Angka yang cukup untuk membuat jalanan nasional berubah jadi antrean panjang manusia yang sama-sama ingin pulang kampung.
“Pergerakan masyarakat diperkirakan meningkat tajam. Karena itu, persiapan yang matang sangat dibutuhkan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujar AKBP Ardi Kurniawan.
Operasi Ketupat sendiri memang bukan operasi biasa. Ini adalah agenda tahunan kepolisian untuk memastikan mudik berjalan aman.
Secara nasional, Operasi Ketupat Semeru 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Jumlah personel yang diterjunkan juga tidak sedikit, sebanyak 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi.
Untuk menopang operasi itu, Polri menyiapkan 2.746 pos di berbagai daerah. Mulai dari pos pengamanan, pos pelayanan, hingga pos terpadu yang biasanya jadi tempat pemudik numpang istirahat, mengecek kendaraan, atau sekadar meluruskan kaki setelah berjam-jam di jalan.
Di Jombang sendiri, Polres menyiapkan enam pos. Rinciannya satu pos terpadu, satu pos pelayanan, dan empat pos pengamanan yang tersebar di beberapa titik strategis.
Pos-pos ini nantinya difungsikan sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat, terutama pemudik yang melintas di wilayah hukum Jombang, yang setiap tahun memang menjadi salah satu jalur penting perjalanan mudik di Jawa Timur.
Kapolres juga menegaskan, keberhasilan Operasi Ketupat bukan cuma tanggung jawab polisi saja. Semua pihak yang terlibat harus kompak dan saling mendukung.
“Keberhasilan Operasi Ketupat ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas. Bersama kita wujudkan mudik aman, keluarga bahagia,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas dengan penuh dedikasi. Sebab bagi aparat yang berjaga di lapangan, Lebaran sering kali berarti bekerja ketika orang lain sedang berkumpul dengan keluarga.
“Jadikan setiap penugasan sebagai kehormatan dan setiap pelayanan kepada masyarakat sebagai ladang ibadah,” ujarnya.
Menutup amanatnya, Kapolres turut menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan sekaligus menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sementara masyarakat bersiap mengepak koper dan memeriksa kondisi kendaraan, aparat di lapangan sudah lebih dulu bersiap. Ketupatnya mungkin baru dimasak nanti, tapi operasi Ketupat sudah dimulai dari sekarang. (*)






