HaloJombang.com – Kisah pengendara motor yang kabur saat diperiksa polisi di simpang tiga Jalan KH Wahid Hasyim, Kabupaten Jombang, hingga dia kedapatan membawa tas berisi 20 butir pil dobel L yang sempat dibuang di pinggir jalan, ternyata belum berhenti di situ.
(Baca: Lihat Polisi, Pemotor di Jombang Kabur dan Buang Tas Berisi 20 Pil Koplo)
Barang bukti 20 butir pil dobel L itu justru menjadi pintu masuk bagi polisi untuk menelusuri sumber barangnya.
Hasilnya, beberapa jam kemudian, seorang pria berinisial S (44), warga Dusun Cukir, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, diciduk di rumahnya pada Kamis malam (5/3/2026).
Sehari-hari, S diketahui bekerja sebagai kuli bangunan. Namun malam itu, ia harus berurusan dengan polisi setelah diduga menjadi pemasok pil koplo yang dibawa pengendara motor tersebut.
Kasat Narkoba Polres Jombang, Iptu Bowo Trikuncoro menjelaskan, penangkapan ini berawal dari interogasi terhadap pengendara motor berinisial H yang lebih dulu diamankan anggota Satlantas. Dari situlah polisi memperoleh petunjuk mengenai orang yang diduga memasok pil koplo tersebut.
“Berbekal keterangan dari saksi H, anggota langsung bergerak melakukan penggerebekan di kediaman tersangka S sekitar pukul 20.30 WIB,” ujar Iptu Bowo, Jumat (6/3).
Penggeledahan di rumah S pun membuahkan hasil. Polisi menemukan sebuah tas abu-abu yang digunakan untuk menyimpan ratusan butir pil dobel L. Supaya tidak terlalu mencolok, pil-pil itu disembunyikan di dalam dua bekas bungkus rokok.
Dari tangan tersangka, polisi menyita 206 butir pil dobel L yang sudah dikemas dalam plastik klip dan dibungkus kertas aluminium atau yang biasa disebut grenjeng, siap edar.
Selain itu, turut diamankan tujuh lembar kertas grenjeng kosong, uang tunai Rp5.000, serta satu lembar bukti transfer bank.
Kini S bersama barang bukti sudah diamankan di Mapolres Jombang. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain di atas tersangka.
“Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat Pasal 435 UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Kami juga masih melakukan pengembangan untuk mencari pemasok utamanya,” kata Iptu Bowo.



